Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Ngamuk Lagi ke Iran: Klaim Hormuz Milik AS-Tutup Pintu Damai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru milik AS melalui unggahan di Truth Social. Klaim sepihak ini mendapat kecaman keras dari Iran, yang menyebutnya sebagai khayalan dan berjanji untuk mengoreksi klaim tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Iran siap bertindak dan menolak gagasan Trump untuk mengganti nama Selat Hormuz menjadi Teluk Arab. Kegagalan kesepakatan damai selama dua bulan ini semakin memperparah ketegangan, sekaligus mendorong harga minyak dunia naik secara signifikan.

Di tengah kebuntuan diplomatik, Trump menegaskan tidak ada negosiasi sedang berlangsung dengan Iran, berbeda dengan pernyataan optimis dari menantu presidennya Jared Kushner. Namun, klaim Trump tentang keamanan Selat Hormuz dibantah oleh negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf, yang menuntut AS mengakhiri blokade pelabuhan, mencabut sanksi, dan melepaskan aset Iran sebagai syarat. Realitas di lapangan justru menunjukkan eskalasi kekerasan, termasuk peluncuran rudal balistik dari Iran yang ditargetkan pada lalu lintas maritim, sekaligus serangan terhadap kapal asing di Selat Hormuz.

Konflik ini bertambah panas setelah serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan ribuan orang di Iran dan Lebanon. Iran telah menanggapi dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di beberapa negara, sementara AS bersikeras pada misinya untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Di sisi lain, pemerintah Iran dilaporkan khawatir akan dampak sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap stabilitas internal, sementara pejabat AS menyatakan akan menerapkan sanksi yang lebih keras dalam beberapa bulan ke depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait