Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Siaga Perang Arab Makin Menggila, Yaman Gabung ke Saudi Hajar Houthi

Pemerintah Yaman yang diakui internasional menyatakan kesiapan menghadapi eskalasi dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan drone dan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Hal ini memicu kekhawatiran pecahnya konflik besar di Semenanjung Arab, terutama dengan adanya konflik lain di Timur Tengah seperti serangan Israel ke Palestina dan perang AS dengan Iran. Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah al-Zouba, menyatakan ini di Riyadh, menekankan situasi keamanan yang memburuk.

Houthi mengklaim telah melancarkan serangan drone baru ke infrastruktur minyak Arab Saudi sebagai balasan atas operasi Saudi. Al-Zouba menilai Houthi meniru strategi Iran di Selat Hormuz dengan memperluas pengaruh ke Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Pekan lalu, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mengklaim serangan pada kapal tanker serta fasilitas minyak, yang mengancam keamanan pasokan energi global karena selat tersebut merupakan rute ekspor minyak utama.

Di dalam negeri, situasi keamanan Yaman rapuh dengan bentrokan harian antara pasukan Houthi dan pemerintah di berbagai wilayah. Sejak 2015, koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi mendukung Yaman melawan Houthi. Ketegangan terbaru ini merupakan bentrokan langsung pertama dalam beberapa tahun dan mengancam gencatan senjata yang tercapai pada 2022.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait