Arab Saudi klaim serangan di Irak sebagai bentuk pembelaan diri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Arab Saudi mengumumkan serangan militer terhadap target kelompok yang didukung Iran di Irak, yang dilakukan bersama Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM). Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan operasi ini merupakan bentuk pembelaan diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, sebagai respons terhadap serangan sebelumnya yang menargetkan fasilitas minyak kerajaan dari wilayah Irak.
Kementerian menuduh kelompok-kelompok tersebut menerapkan pendekatan tidak bertanggung jawab dan eskalatif meskipun Arab Saudi telah berupaya meredakan ketegangan. Kerajaan menegaskan tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut, namun memperingatkan akan mengambil tindakan militer lanjutan jika serangan terhadap wilayahnya terus berlanjut.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan gabungan dengan AS bersifat presisi dan terarah terhadap infrastruktur kelompok di Irak. Dikutip dari sumber berita, serangan udara gabungan AS-Arab Saudi itu menewaskan 20 tentara Irak. Arab Saudi menilai kelompok-kelompok yang didukung Iran telah melanggar hukum internasional dan mengabaikan prinsip persaudaraan sesama negara Islam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 13.50
Saudi Panaskan Perang Arab, Bantu AS Serang "Antek" Iran di Irak
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 11.21
Kompak, AS dan Arab Saudi Gempur Milisi Pro-Iran di Irak
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.30
Arab Saudi Bentuk Aliansi Pertahanan Baru Berisi 14 Negara, Mau Apa?
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 14.48
Iran Gempur Habis-habisan Pangkalan AS di Kuwait dalam Gelombang Serangan Balasan ke-27
Berita terkait
Irak konfirmasi 20 tentara tewas akibat serangan udara AS-Arab Saudi
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 15.49
AS Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah untuk Gantikan USS Abraham Lincoln
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.08
Sempat Serang Irak, Menhan Arab Saudi Kini Sebut 'Tetangga Tercinta'
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 02.12
Pejabat Kerajaan: Iran dan Proksinya Sedang Bersiap Menyerang Arab Saudi
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 14.41