Siapa Ahmet Davutoglu? Mantan PM Turki yang Mundur dan Selalu Gagal Menumbangkan Erdogan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ahmet Davutoglu, mantan Perdana Menteri Turki, mengumumkan pengunduran dirinya dari politik partai setelah Partai Masa Depan oposisinya menghentikan kegiatan. Ia menggambarkan keputusan ini sebagai upaya menjauhkan diri dari "iklim politik yang tercemar" di Turki, bukan sebagai penyerahan diri. Davutoglu merupakan akademisi kelahiran 1959 yang diangkat Presiden Erdogan sebagai Menteri Luar Negeri pada 2009 dan Perdana Menteri, sebelum kemudian menjadi kritikus sistem politik yang ia bantu bangun.
Davutoglu dikenal luas karena doktrin "kedalaman strategis" yang menempatkan Turki sebagai kekuatan diplomatik sentral berdasarkan letak geografis dan sejarah Ottoman. Pada tahun-tahun awal pemerintahannya, Turki memperluas pengaruh diplomatik dengan membuka kedutaan besar, memperkuat kehadiran di Afrika dan Timur Tengah, serta mempromosikan perdagangan bebas visa dengan negara tetangga melalui kebijakan "nol masalah dengan tetangga".
Meski dianggap mengubah budaya diplomatik Turki, Davutoglu gagal mengubah ide dan pengaruhnya menjadi gerakan politik independen. Kepergiannya dari dunia politik meninggalkan warisan yang masih diperdebatkan.
Bagikan
Berita terkait
Iran dan Oman Sepakati Peta Pergerakan Navigasi di Selat Hormuz, Perang Segera Berakhir?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 15.18
Qatar Sangkal Menyandera 3 Pilot Jet Tempur Iran, Sebut Klaim Teheran Menyesatkan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 12.50
Iran dan Oman Sepakati Peta Rute Pelayaran di Selat Hormuz
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 10.00
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53