Singapura Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Himalaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Singapura mengirim personel Kepolisian Singapura (SPF) dan bantuan kemanusiaan ke Nepal untuk menangani banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Himalaya. Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyampaikan belasungkawa kepada Menteri Luar Nageri Nepal Shisir Khanal setelah komunikasi telepon resmi. Tim SPF dilaporkan mencakup ahli dalam proses identifikasi korban bencana alam (DVI). Bencana ini bermula pada 26 Agustus 2026 ketika banjir bandang dipicu oleh aliran air dari Tiongkok ke Sungai Bhote Koshi, diperparah oleh gempa bumi sebelumnya yang menyebabkan tanah longsor. Hingga awal September 2026, jumlah korban tewas mencapai 1.003 orang dengan lebih dari 10.000 orang berhasil dievakuasi. Sekitar 590 warga negara asing dilaporkan hilang, termasuk ratusan WNI yang sempat dilaporkan dalam kondisi tidak diketahui. Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh WNI di Nepal dalam kondisi baik. Upaya internasional terus mengalir, termasuk dari Tiongkok yang juga mengirimkan bantuan logistik dan tim penyelamat ke zona bencana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.00
Update Terkini Banjir Bandang Nepal: Korban Jiwa Tembus 1.000 Orang
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.51
Kesaksian Warga Nepal Usai Banjir Bandang yang Tewaskan 1.000 Orang
Detik.com · 1 September 2026 pukul 10.45
Petaka PLTA Himalaya: Ratusan Pekerja Terjebak di Bawah Tanah
VOI · 1 September 2026 pukul 01.12
Banjir Bandang Nepal: 590 Warga Negara Asing Dilaporkan Hilang
Berita terkait
Tiongkok Bantah Sensor Video Banjir Bandang Himalaya di Pelabuhan Gyirong
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.00
1.056 Orang Dipastikan Tewas usai Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Nepal
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.39
Korban Tewas Banjir Bandang Himalaya Tembus 1.000 Orang, 4.462 Masih Hilang
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.55
Korban Bencana Nepal-Tiongkok Tembus 1.000 Jiwa, Pencarian Terus Berlanjut
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 15.35