Singapura Sudah Tak Sehat, Warga Diminta Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Singapura kembali mengalami kualitas udara tidak sehat akibat kabut asap lintas batas. Pada Selasa (29/9/2026), indeks kualitas udara 24 jam (PSI) di seluruh wilayah negara tersebut berada dalam kategori tidak sehat, dengan wilayah tengah mencatat PSI tertinggi sebesar 165. Wilayah lain seperti barat (150), timur (139), selatan (129), dan utara (109) juga terdampak. Kondisi ini terakhir terjadi pada 15 September 2026. Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyatakan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra menjadi penyebab utama. Beberapa stasiun pemantauan di Borneo, Sumatra, Singapura, dan Semenanjong Malaysia melaporkan tingkat polusi dari tidak sehat hingga berbahaya. NEA memperkirakan kondisi kering akan berlanjut, meningkatkan risiko kabut asap jika titik panas terus muncul. Partikel halus PM2.5 menjadi perhatian utama karena dapat masuk ke paru-paru. Pada Selasa pagi, pembacaan PM2.5 per jam di Singapura berkisar antara 61 hingga 112. NEA mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Bagikan
Berita terkait
Singapura Sudah Darurat, Pemerintah Minta Warga Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.30
Singapura Masuk 10 Besar Kota dengan Kualitas Udara Paling Tercemar di Dunia Akibat Asap dari Indonesia
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 18.44
FOTO: Karhutla Masih Membara di Palangka Raya
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.31
Imbas Karhutla Mereda, Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.54