Soal Bursa Mineral, Prabowo: Kita Bangun Harga Referensi Indonesia!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang akan beroperasi pada 1 Januari 2027 di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bursa ini bertujuan membangun Indonesia Reference Price (IRP) sebagai harga referensi untuk komoditas ekspor utama seperti nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan kelapa sawit. Dengan bursa ini, produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor dapat bertemu dalam satu sistem terpusat yang transparan dan likuid. Prabowo menekankan pentingnya Indonesia menjadi penentu harga komoditas sendiri, ketimbang terus bergantung pada harga yang ditetapkan di bursa luar negeri. Jika pembeli asing tidak menyetujui harga yang ditetapkan, komoditas akan disimpan di dalam tanah untuk generasi mendatang. Pembentukan bursa ini juga bertujuan memperketat kontrol ekspor satu pintu dan mengurangi ruang manipulasi pasar. Dukungan dari DPR diperlukan untuk percepatan pembentukan bursa ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 07.30
OJK Sedang Proses Aturan untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 17.37
Prabowo targetkan bursa mineral beroperasi 1 Januari 2027
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.17
Prabowo Targetkan Bursa Mineral & Komoditas Strategis Meluncur 1 Januari 2027
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.10
OJK Sebut Bursa Mineral Strategis Bakal Jadi Acuan Harga Komoditas RI
Berita terkait
Prabowo Siapkan Aturan Bursa Mineral, Komoditas Utama dan Kapan Jalan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 10.15
OJK Siapkan Bos Baru Bursa Mineral, Bakal Awasi Komoditas Strategis
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 15.03
Indonesia Siapkan Bursa Mineral Strategis, OJK Kejar Aturan Turunannya
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 20.00
Dasco: Peraturan soal Bursa Mineral Harus Rampung Tahun Ini
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 08.12