Sound Horeg: Bukan Sekadar soal Boleh atau Tidak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fatwa MUI tentang keharaman Sound Horeg difokuskan pada praktik yang menimbulkan gangguan, kemudaratan, atau mengancam ketertiban seperti minuman keras dan tarian erotis. Pendekatan MUI dianggap moderat karena menghargai ekspresi masyarakat namun memberikan batas pada praktik yang berbahaya. Sound Horeg tumbuh dari kreativitas masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal. Namun, ketika tidak terkendali, dapat menimbulkan gangguan, volume berlebih, potensi kerusuhan, dan ancaman keselamatan. Pemerintah perlu hadir untuk membuat regulasi yang menyeimbangkan hak pro dan kontra Sound Horeg.
Bagikan
Berita terkait
OJK Sebut POJK Demutualisasi BEI Sedang Diharmonisasi di Kemenkumham
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 20.42
Usai Sarjito Dilantik Jadi Kepala BMKS, OJK Kejar Target Bursa Mineral Beroperasi Januari 2027
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.05
ATSI Soroti Ketimpangan Kewajiban Telco dan Platform Digital Global di Indonesia
JawaPos · 9 September 2026 pukul 18.45
Aturan RI Mendunia Sampai di Eropa, Dunia Kompak Berubah
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.52