Standar Internal Ketat, Pakar Sebut Usia Galon Bukan Penentu Keamanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

JAKARTA - Usia galon guna ulang tidak menentukan kualitas air minum di dalamnya. Sejumlah pakar, termasuk Prof. Nugraha Edhi Suyatma dari IPB, menegaskan bahwa air tetap aman dikonsumsi selama galon memenuhi standar keamanan, dirawat dengan baik, dan melalui proses pengawasan serta sanitasi yang diterapkan produsen. Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) telah memiliki sistem pengendalian mutu untuk memastikan galon yang beredar tetap memenuhi persyaratan keamanan pangan, termasuk standar internal terkait mutu fisik, kimia, dan keamanan pangan.
Hasil riset kolaborasi Seafast IPB dan BPOM menunjukkan bahwa galon yang telah digunakan hingga 50 kali dan disimpan pada kondisi ekstrem tetap memenuhi batas migrasi Bisphenol A (BPA) sesuai ketentuan BPOM. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan ulang galon tidak serta-merta menurunkan keamanan air minum.
Menurut Nugraha, ketahanan galon lebih ditentukan oleh cara pemakaian dibanding usia kemasan itu sendiri. Perlakuan konsumen, seperti cara mencuci dan penggunaan yang berpotensi menggores permukaan bagian dalam galon, justru lebih memengaruhi kualitas dan keamanan kemasan dibandingkan usia galon.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.55
Mitos Usia Galon Terbantahkan: Pakar IPB Jamin Air Guna Ulang Tetap Higienis dan Aman
Berita terkait
BPOM Tetapkan Batas Migrasi BPA 0,05 mg/kg, Industri Diberi Waktu hingga 2031
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 22.00
Regulasi BPA Diperketat, Industri Galon Guna Ulang Minta Waktu hingga 2031
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 20.45
Ketua BPKN Minta Tudingan Terhadap BPA Berbahaya Galon Guna Ulang Harus Berdasarkan Bukti Ilmiah
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 14.30
Bahaya BPA Meningkat, BPOM Turunkan Batas Migrasi BPA 12 Kali Lebih Rendah
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.46