Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

2 Dekade Penurunan Status Pluto: Apakah Keputusan IAU Tahun 2006 Sebuah Kesalahan?

Pada Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) secara resmi mencabut status Pluto sebagai planet kesembilan, menempatkannya ke dalam kategori planet kerdil. Keputusan ini diambil setelah penemuan benda-benda langit di Sabuk Kuiper seperti Eris yang hampir setara dengan Pluto. IAU menetapkan tiga kriteria untuk planet: (1) mengorbit Matahari, (2) memiliki massa cukup untuk bentuk hampir bulat, dan (3) menguasai orbitnya tanpa gangguan signifikan. Pluto memenuhi dua kriteria pertama tetapi gagal pada ketiga karena berada di wilayah penuh objek es dan batuan di Sabuk Kuiper.

Keputusan ini tidak diterima semua pihak. Banyak ilmuwan mengkritik kriteria ketiga karena dianggap terlalu bergantung pada lokasi objek, bukan sifat fisiknya. Data dari misi New Horizons NASA pada 2015 mengungkapkan bahwa Pluto memiliki geologi dinamis, atmosfer tipis, dan sistem bulan kompleks, yang menurut sebagian ilmuwan sudah cukup untuk dianggap planet sejati.

Dua puluh tahun setelah keputusan tersebut, debat masih berlanjut. Para pendukung IAU berargumen bahwa definisi sempit diperlukan agar jumlah planet tidak membengkak. Sementara para penentang meyakini sains harus fleksibel menyesuaikan definisi dengan temuan baru. Studi terbaru juga menyoroti kompleksitas Tata Surya, termasuk lapisan luar Ceres yang terbentuk dari lautan es, dan bukti baru tentang kemungkinan Planet ke-9.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait