Studi: Jumlah Asupan Gula saat Usia di Bawah 2 Tahun Berdampak pada Kesehatan Jangka Panjang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi menggunakan data UK Biobank dari 64.000 orang yang lahir di Inggris 1951-1956 menemukan bahwa penjatahan gula pasca-Perang Dunia II (berakhir September 1953) menciptakan perbedaan konsumsi gula hingga dua kali lipat antara anak yang lahir beberapa bulan sebelum dan sesudahnya. Hasilnya, mereka yang mengalami penjatahan gula lebih lama selama 1.000 hari pertama memiliki risiko rendah 69% kanker hati, 36% kanker payudara, serta diabetes tipe 2, hipertensi, demensia, dan penyakit jantung di usia 50 tahun ke atas. Penjatahan gula juga menghambat penuaan biologis melalui telomere yang lebih panjang dan membentuk selera terhadap gula yang lebih rendah hingga dewasa.
Bagikan
Berita terkait
Konsumsi Minuman Manis Berulang Meningkatkan Risiko Kanker Lambung
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 10.15
Indonesia Bangun Ekosistem Terapi Sel dan Gen
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 22.02
13 Bahaya Sering Minum Kopi Kemasan untuk Kesehatan
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 20.00
Dukungan Pasangan Bisa Bantu Pria Turunkan Berat Badan, Studi Ungkap Alasannya
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 12.45