Subsidi BBM Cs Ditata Ulang, Ketua Komisi XI DPR Beberkan Urgensinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi XI DPR RI mendesak penataan ulang subsidi BBM dan energi untuk menjaga ketahanan APBN dari volatilitas harga minyak dunia. Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, menekankan bahwa keterbatasan ruang fiskal mengharuskan pemerintah memastikan subsidi tepat sasaran agar tidak membebani keuangan negara.
Dengan asumsi harga minyak US$ 70 per barel, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan anggaran untuk subsidi Pertalite dan Solar hingga akhir tahun. Penataan ini juga mencakup subsidi LPG dan listrik guna mencegah kebocoran anggaran. Langkah ini bertujuan mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.17
Suahasil Klaim Ekonomi RI Cukup Baik: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.05
Suahasil Nazara Sebut APBN Bekerja Bak Titik Akupuntur
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.30
Menkeu Suahasil Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 13.15
Harga BBM di Eropa Melesat Tajam, Ada yang Naik 34%
Berita terkait
Bahlil soal Impor Minyak Asing: Cari Lebih Murah dan Tak Bebani APBN
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.59
Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik Hingga Akhir 2026
JawaPos · 12 September 2026 pukul 21.50
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Subsidi BBM Bebani APBN, Reformasi Energi Makin Mendesak
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.37