Subsidi BBM Cs Perlu Diperbaiki dari Barang ke Orang, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai sistem subsidi energi saat ini kurang efisien karena 42% alokasinya justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu (desil 9 dan 10). Menurut Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, Imaduddin Abdullah, pemerintah sebaiknya mengganti subsidi harga komoditas seperti LPG 3 kg dan BBM dengan bantuan langsung kepada konsumen yang berhak. Dengan demikian, fiskal pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan tidak boros. Beban APBN untuk subsidi energi diproyeksikan mencapai Rp 526 triliun pada akhir 2026 akibat fluktuasi harga energi global dan pelemahan rupiah. Imaduddin menghitung, pengganti subsidi berupa transfer tunai perlu diberikan sebesar Rp 200.000 per rumah tangga untuk LPG 3 kg, Rp 300.000 untuk pengguna Pertalite, dan Rp 600.000 untuk pengguna solar subsidi. Karena hampir setengah konsumsi BBM justru dipakai oleh kelas menengah atas, sistem ini dianggap tidak terpasar dan merugikan alokasi fiskal untuk sektor pembangunan lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 20.09
Pemerintah Proyeksikan Konsumsi Elpiji 3 Kg Tembus 8,67 Juta Metrik Ton
Berita terkait
Pemerintah Otak-Atik Batasi Konsumsi BBM Pertalite, Apa Urgensinya?
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.50
LPG 3 Kg Masih Bisa Dibeli Semua Masyarakat, ESDM: Nanti Kita Atur
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.40
Insentif Motor Listrik "Cuma" Rp3 Juta, Pengusaha Sorot APBN-Desak Ini
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.30
Subsidi BBM Bebani APBN, Reformasi Energi Makin Mendesak
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.37