Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Suhu Bumi Makin Mendidih, Agustus Tercatat Sebagai Bulan Terpanas dalam Sejarah

Badan pemantau iklim Uni Eropa, Copernicus, melaporkan Agustus 2023 sebagai bulan terpanas yang pernah tercatat secara global, dengan rata-rata suhu udara mencapai 16,96 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya pada Juli 2023. Suhu permukaan laut juga mencapai rekor tertinggi, memperpanjang tren tiga bulan berturut-turut. Para ilmuwan menyatakan aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, telah memanaskan bumi sekitar 1,4 derajat Celsius sejak era pra-industri, dan memperkirakan tahun 2023 hingga 2026 akan menjadi tahun-tahun terpanas yang pernah diamati. Fenomena El Nino yang kuat juga memperparah kondisi ini.

Dampaknya terasa di berbagai belahan dunia. Eropa Barat menutup musim panas terpanas sejak 2003, dengan lebih dari 32.000 kematian berlebih dicatat pada Juli-Agustus. Amerika Serikat juga mengalami musim panas terpanas sepanjang sejarah. Platform EuroMomo memperkirakan lonjakan kematian akibat panas ekstrem. Para ilmuwan menegaskan bahwa tanpa penghentian penggunaan bahan bakar fosil, rekor suhu akan terus terbatas.

PBB dan berbagai ahli iklim memperingatkan bahwa Bumi mendekati titik kritis global, dengan risiko seperti keruntuhan hutan hujan Amazon dan pencairan permafrost. Program UNEP memproyeksikan suhu bumi akan melewati ambang batas 1,5 derajat Celsius di atas level pra-industri. Para ilmuwan menekankan perlunya aksi segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca demi mencegah konsekuensi yang lebih fatal bagi kehidupan di bumi.

Berita terkait