Surplus Beras Tidak Menjamin Harga Menjadi Terjangkau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat pertanian CORE Eliza Mardian menyatakan surplus produksi beras nasional tidak menjamin harga terjangkau di semua daerah. Meskipun cadangan beras pemerintah (CBP) tinggi dan produksi 2026 diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton dengan kebutuhan 31,10 juta ton (surplus 3,67 juta ton), distribusi tidak merata ke wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil. Akibatnya, harga beras di daerah terpencil bisa melonjak hingga Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram, berbeda dengan rata-rata nasional Rp 16.500 per kilogram. Eliza menekankan bahwa ketersediaan agregat tidak otomatis memastikan akses pangan bagi seluruh masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Harga Beras Tembus Rp17.000 per Kilogram, Pemkot Palu Turun Tangan Cek Pasar
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.43
Katanya Stok Beras Melimpah, Kok Harganya Mahal? Ini Penjelasan Bapanas
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 10.25
Biar Tak Tertipu, Begini Cara Membedakan Beras Medium dan Premium
Liputan6.com · 1 Agustus 2026 pukul 09.00
Mentan Ungkap Penyebab Beras Premium Langka karena Dikemas Jadi Fortifikasi
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.19