Biar Tak Tertipu, Begini Cara Membedakan Beras Medium dan Premium
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5293635/original/075553400_1753338254-ant7.jpg)
Perum Bulog mengimbau masyarakat agar tidak mudah tertipu saat membeli beras hanya berdasarkan tampilan fisik seperti warna putih mengkilap, merek, atau kemasan menarik. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kualitas beras ditentukan berdasarkan parameter mutu resmi yang teruji, bukan sekadar penampilan visual.
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023, beras yang beredar dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu Premium dan Medium, dengan standar khusus pada derajat sosoh, kadar air, butir menir, butir patah, serta keberadaan gabah atau benda asing. Perbedaan utama keduanya terletak pada komposisi fisik bulir beras. Pemerintah juga telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasarkan wilayah, mulai Rp13.500/kg untuk beras Medium di Zona 1 hingga Rp15.800/kg untuk beras Premium di Zona 3.
Bulog berkomitmen memperluas literasi mutu beras nasional melalui berbagai saluran komunikasi agar konsumen dapat membandingkan kualitas secara objektif. Langkah ini bertujuan melindungi masyarakat dari praktik penipuan label sekaligus mendukung pelaku usaha yang menjalankan perdagangan secara jujur sesuai ketentuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.19
Mentan Ungkap Penyebab Beras Premium Langka karena Dikemas Jadi Fortifikasi
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.26
Bela Prabowo, Mentan Jelaskan Cara Mafia Merampok
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 11.55
Mentan Ungkap Modus Penipuan Kualitas Beras yang Rugikan Konsumen Rp 100 T
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 11.55
Amran Ungkap Dugaan Penipuan Beras Premium Bikin Konsumen Rugi Rp98 T
Berita terkait
Ulah Penggilingan Padi Nakal, Beras Harga Rp 8.000 Dijual Rp 17.000
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 12.45
Indonesia Mulai Ekspor Beras ke Malaysia, Harga Disepakati Rp17.000 per Kg
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.21
Sarawak Malaysia Butuh 200 Ribu Ton Beras, Bulog Kirim Perdana 1.000 Ton
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 10.43
Kenapa Beras Fortifikasi Menjamur di Retail Modern?
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 19.32