Tak Berdaya Lawan Manuver Trump, Iran Malah Ancam Negara Pro-Amerika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran mengumumkan akan menutup Selat Hormuz bagi negara dan perusahaan yang mendukung rencana Presiden AS Donald Trump untuk membekukan aset Iran dan menggunakannya sebagai dana kompensasi. Juru Bicara Markas Pusat Komando Militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan kapal terkait melintasi selat tersebut. Rencana Trump ini merupakan bagian dari strategi ofensif AS, di mana Trump menyatakan AS dapat memanfaatkan aset Iran yang dikuasai untuk membayar ganti rugi terkait kerusakan akibat blokade AS di Selat Hormuz. Sebelumnya, AS dan Iran telah menandatangani memorandum perdamaian pada 18 Juni untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari. Namun, mulai 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz. Situasi ini memperlihatkan ketidakberdayaan Iran dalam menghadapi manuver AS, yang berpotensi meningkatkan ketegangan regional meskipun adanya kesepakatan damai sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 15.20
2 Kapal Tanker Coba Melintas Tapi Gagal, Iran: Selat Hormuz Wilayah Kami!
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 01.49
Iran Ancam Blokir Selat Hormuz Buntut Pernyataan Trump soal Aset Dibekukan
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 17.41
Iran Akui Bandara Bushehr Lumpuh Akibat Serangan AS
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 17.48
Iran Serang 2 Kapal Tanker yang Lintasi Selat Hormuz Dikawal AS
Berita terkait
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01
AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 09.00