BGN Pertimbangkan SPPG Pakai Test Kit untuk Deteksi Kandungan Berbahaya MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mempertimbangkan untuk menambahkan test kit pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendeteksi kandungan berbahaya seperti arsen pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi terkait kasus keracunan makanan yang pernah terjadi, termasuk di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa deteksi saat ini mas masih dilakukan secara organoleptik melalui penciuman dan pencicipan, yang ternyata tidak selalu efektif. Inisiatif penggunaan test kit dilatarbelakangi oleh keberhasilan sejumlah SPPG, termasuk yang dikelola oleh Bhayangkari dari Polri, yang belum pernah mengalami kasus keracunan. BGN menekankan komitmennya untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang dan akan mengambil tindakan tegas terhadap SPPG atau personel yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
Tak Cukup Cek Aroma dan Rasa, BGN Siapkan Tes Kit Kimiawi di Setiap Dapur MBG
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.46
3 Pekan Jadi Bos BGN, Sudaryono Tutup 1.300 Dapur MBG
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 01.00
1.300 Dapur MBG Ditutup, Standar Pangan Jadi Sorotan
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.11
BGN Evaluasi Dapur MBG di Karo, Bakal Tiru Test Chemical SPPG Polri
Berita terkait
BGN Kirim Tim Investigasi Kasus Keracunan Makanan MBG di Papua
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.55
BGN pastikan telah copot kepala SPPG di Jayapura usai keracunan MBG
ANTARA News · 6 Agustus 2026 pukul 17.57
Usai Kasus Keracunan, BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur MBG
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 19.00
Buntut Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Minta Kepala SPPG Setempat Dipecat
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.35