BGN Pertimbangkan SPPG Pakai Test Kit untuk Deteksi Kandungan Berbahaya MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mempertimbangkan untuk menambahkan test kit pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendeteksi kandungan berbahaya seperti arsen pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi terkait kasus keracunan makanan yang pernah terjadi, termasuk di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa deteksi saat ini mas masih dilakukan secara organoleptik melalui penciuman dan pencicipan, yang ternyata tidak selalu efektif. Inisiatif penggunaan test kit dilatarbelakangi oleh keberhasilan sejumlah SPPG, termasuk yang dikelola oleh Bhayangkari dari Polri, yang belum pernah mengalami kasus keracunan. BGN menekankan komitmennya untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang dan akan mengambil tindakan tegas terhadap SPPG atau personel yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
Tak Cukup Cek Aroma dan Rasa, BGN Siapkan Tes Kit Kimiawi di Setiap Dapur MBG
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 08.10
Bos BGN Wajibkan Kepala Dapur MBG Siaga Dini Hari, Kenapa?
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 18.28
BGN Tak Pandang Pemilik, 1.300 Dapur MBG Ditutup dan Bisa Permanen jika Tak Penuhi Standar
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.46
3 Pekan Jadi Bos BGN, Sudaryono Tutup 1.300 Dapur MBG
Berita terkait
198 Siswa dan Guru Keracunan MBG, SPPG Tanjungsari 1 Tulungagung Dihentikan 20 Hari
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 11.36
Zulkifli Hasan Soroti Keterlambatan Distribusi MBG, SPPG yang Lalai Akan Diganti
VOI · 5 September 2026 pukul 15.00
Murka Kepala BGN Keracunan MBG Terus Berulang
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 05.11
Aturan Kepala BGN: Kepala SPPG Wajib Standby di Dapur Pukul 02.00
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 21.24