Taruna Ikrar Tekankan Neurosains untuk Cetak Pemimpin Polri yang Humanis dan Adaptif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar menekankan pentingnya neuroleadership atau kepemimpinan berbasis neurosains dalam pendidikan pemimpin Polri masa depan. Dalam sesi materi di Sespimti Dikreg ke-36 Tahun 2026 di Lembang, Jawa Barat, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa kepemimpinan efektif tidak hanya mengandalkan kewenangan, pangkat, atau kemampuan memberikan instruksi, tetapi juga memerlukan kemampuan mengelola diri, mengendalikan emosi, dan memahami karakter manusia secara mendalam. Menurutnya, pemimpin harus mampu menguasai diri sendiri, mengelola tekanan, dan memahami cara kerja otak manusia untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah situasi penuh tekanan. Pendekatan neurosains, kata Taruna, menjadi fondasi bagi pembangunan kepemimpinan yang lebih adaptif dan humanis di lingkungan Polri. Dengan memahami bagaimana seseorang berpikir, merespons tekanan, dan mengendalikan emosi, para pemimpin dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Bagikan
Berita terkait
2 Tahun Pimpin BPOM, Taruna Ikrar Perkuat SDM dan Transformasi Digital
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 19.52
Praperadilan Febrie Ditolak, Polri Tegaskan Penanganan Perkara Sesuai Prosedur
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 21.06
Praperadilan Ditolak, Begini Respons Pengacara Febrie Adriansyah
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 21.00
Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditolak
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.31