Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tasikmalaya Catat 80 Kasus HIV/AIDS hingga Agustus 2026, Didominasi Laki-laki

Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mencatat 80 kasus HIV/AIDS pada Januari hingga Agustus 2026, menurun dari 145 kasus pada 2022 dan 2023, 169 kasus pada 2024, dan 146 kasus pada 2025. Data validasi melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) menunjukkan akumulasi 1.595 kasus sejak 2004 hingga 2026, dengan 400 kematian. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Tasikmalaya, Tarlan, menjelaskan bahwa 82% kasus pada 2026 didominasi laki-laki, terutama lelaki seks dengan lelaki (LSL), dengan usia produktif 20-40 tahun. Kasus paling banyak tersebar di Kecamatan Tawang, Cipedes, dan Cihideung.

Kelompok rentan tinggi terpapar HIV/AIDS meliputi LSL, waria, wanita pekerja seks (WPS), ibu hamil, dan usia produktif. Penularan terjadi melalui cairan tubuh seperti darah, air susu ibu, sperma, dan vagina. Untuk mengendalikan penyebaran, pemerintah melakukan edukasi kepada pelajar SMP, SMA, dan perguruan tinggi, khususnya siswa baru.

Tarlan menekankan bahwa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat hidup normal dengan pengobatan antiretroviral (ARV) rutin seumur hidup. Obat ARV berfungsi menekan virus hingga tidak terdeteksi, mengurangi risiko penularan, dan menjaga kekebalan tubuh agar kualitas hidup tetap terjaga.

Berita terkait