Tekan Impor Bensin, RI Siapkan BBM Campur Etanol 10% E10 di 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM merencanakan penerapan BBM bensin campuran bioetanol 10%-20% (E10-E20) di Indonesia secara bertahap mulai 2027. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan E10 akan diterapkan pada 2027, dilanjutkan ke E20 pada 2028-2029. Strategi ini meniru keberhasilan program B10 hingga B50 untuk bahan bakar diesel.
Tujuan utama program ini adalah mengurangi ketergantungan impor bensin. Pemerintah menegaskan tidak akan menerapkan E20 jika etanol masih harus diimpor. Karena itu, industri bioetanol dalam negeri harus disiapkan terlebih dahulu selama 1-2 tahun ke depan, menggunakan bahan baku singkong, tebu, jagung, dan komoditas lainnya.
Presiden Prabowo Subianto mempercepat pengembangan industri bioetanol dengan memerintahkan pembangunan minimal 30-50 pabrik baru, dari yang sebelumnya hanya 1 pabrik. Prabowo mencontohkan India yang sudah menerapkan E20 dan Brasil yang sudah menggunakan E100.
Bagikan
Berita terkait
Cek Endra: Komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Menjaga Stabilitas Harga Energi Patut Diapresiasi
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 13.53
Pertamina Turunkan Harga Pertamax Menjadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 23.48
Tagihan Energi Naik 13 Persen, Inflasi Inggris Diperkirakan Capai 2,9 Persen
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.00
Pastikan Pasokan Listrik Aman, PLN Sebut Beban Puncak Listrik Selama HUT RI Capai 42,6 GW
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 16.45