Tekanan Obligasi Mereda, Pasar Global Menguat di Tengah Utang AS 40 Triliun Dolar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar global menguat setelah tekanan jual obligasi mereda, dipicu keputusan Departemen Keuangan AS menggandakan nilai pembelian kembali surat utang jangka panjang. Kebijakan ini meningkatkan limit operasional dari 2 miliar dolar AS menjadi minimal 4 miliar dolar per operasi untuk surat utang 10-20 dan 20-30 tahun. Meski demikian, utang pemerintah AS mencapai 40 triliun dolar AS dan harga minyak tinggi tetap menjadi ekspektasi investor. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun 8 basis poin menjadi 4,64%, sementara 30 tahun turun 10 basis poin menjadi 5,19%. Di sisi lain, bursa saham AS menguat dengan Dow Jones naik 0,22%, S&P 500 tambahan 0,21%, dan Nasdaq naik 0,16%. Di Asia, Nikkei 225 naik 1,2%, Kospi 6%, Shanghai Composite 0,6%, dan Hang Seng 1,1%. Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5-3,75% dengan tiga anggota FOMC sama-sama menentang keputusan. Inflasi zona euro dan Inggris mencatat 2,9% masing-masing, di atas target bank sentral.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.34
Rupiah Menguat ke Rp17.694 per Dolar AS Usai BI Tahan Suku Bunga
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.55
Wall Street Ambruk, JurusMenkeu AS Redam Utang Gagal Total?
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.55
Wall Street Ambruk, Jurus Menkeu AS Redam Utang Gagal Total?
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.32
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 Agustus 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Stabil
Berita terkait
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
Imbal Hasil Obligasi AS Meroket ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.54
Aksi Jual Obligasi Dunia Menggila, Yield AS Rekor Tertinggi 22 Tahun
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 08.40
Ketika Geopolitik Menjadi Kebijakan Ekonomi Amerika Menjelang Pemilu Sela
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 10.50