Tekstil Danantara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
.jpeg)
Danantara, sebuah BUMN, mengumumkan rencana pendirian industri tekstil di Indonesia. Langkah ini diambil meski industri tekstil dikenal memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat dan membutuhkan efisiensi tinggi. Menko Ekonomi Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri tekstil saat ini sedang dalam masa pemulihan atau 'recovery', sehingga menjadi peluang bagi Danantara untuk masuk. Pertumbuhan sektor tekstil dan turunannya mencapai antara tiga hingga enam persen, menunjukkan tren positif meski masih dalam tahap awal pemulihan. Sebelumnya, BUMN juga pernah mengelola bisnis tekstil melalui PN Industri Sandang dengan pabrik di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Medan. Namun, beberapa pabrik tekstil tertentu seperti PT Sritex Solo telah mengalami kegagalan total. Dengan latar belakang ini, Danantara berupaya memanfaatkan tren pemulihan industri tekstil untuk memperluas portofolio usahanya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 05.45
Merger KAI-INKA Ditargetkan Rampung Sebelum 2027
Detik.com · 29 September 2026 pukul 20.02
Bakal Jadi Anak Usaha KAI, INKA Masih Punya Utang Rp 4,7 Triliun
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.46
Menkeu Suahasil Andalkan Danantara, Ekonomi RI Butuh Suntikan Investasi
Berita terkait
BUMN Tekstil Tak Kunjung Jadi, Bos Danantara: Kita Bikin Perusahaan Baru
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.35
Danantara Berhasil Buktikan Kinerja, Pesimisme Berubah Jadi Optimisme
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.06
Ekonom INDEF nilai Danantara mulai efisienkan BUMN
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.24
Danantara Turun Tangan Atasi Dana Pensiun BUMN yang Bermasalah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.57