Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Reza Pahlavi, putra terakhir Shah Iran yang digulingkan tahun 1979, berupaya memimpin masa transisi jika Republik Islam Iran runtuh. Namun, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan dukungan resmi terhadap ambisinya. Awalnya, Pahlavi sempat menjadi sorotan selama konflik AS-Israel melawan Iran, tetapi situasi berubah setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Iran, yang tidak dikutuk langsung oleh Pahlavi, memicu kekecewaan pendukung dan penyandang dana.
Penyumbang dana yang telah menggelontorkan lebih dari US$3 juta (sekitar Rp54 miliar) mulai mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Pahlavi. Ia dinilai belum berhasil menyatukan kelompok oposisi dan kurang tegas mengecam kekerasan dari pendukung garis kerasnya. Pahlavi membantah tudingan tersebut, menegaskan dirinya mengutuk kekerasan dan hanya ingin menjadi jembatan bagi rakyat Iran. Ia juga mengklaim telah berkomunikasi dengan lebih dari seribu kelompok di Iran, meski klaim ini belum terverifikasi independen.
Meski survei menempatkan Pahlavi sebagai figur oposisi yang paling dikenal, tantangan besar tetap ada. Oposisi Iran terpecah, dan pemerintahan Trump lebih memilih jalur negosiasi dengan pemerintah Iran daripada mendorong pergantian rezim. Kondisi ini membuat peluang Pahlavi untuk memimpin Iran pasca-Republik Islam masih tidak pasti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 06.58
Ini Respons AS usai Iran Klaim Rudalnya Hancurkan 3 Jet Tempur Siluman F-35 Amerika di Yordania
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 19.11
Serangan Iran di Pangkalan Udara al-Azraq Yordania Hancurkan 3 Pesawat F-35 AS
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 14.34
Militer AS Melarang Merekam Dampak Serangan Rudal Iran, Ini Alasannya
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 08.53
AS Mulai Serang Iran Habis-habisan, Ledakan Terdengar di Sejumlah Titik
Berita terkait
Perang Iran Tak Kunjung Usai, AS Kirim Kapal Induk ke-3 ke Timur Tengah
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.14
Seluruh Tentara AS Hengkang dari Irak, Iran: Kekalahan Berat dan Memalukan bagi Amerika!
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 06.59
Negosiasi Temui Jalan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 14.03
Pasukan AS Ditarik dari Irak, Siapa Yang Paling Untung Besar?
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 03.30