Tetap Jadi Sekutu Sejati Iran, Sanksi AS kepada China Tak Akan Terwujud
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ancaman sanksi AS terhadap entitas China yang terlibat perdagangan dengan Iran kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan. Trita Parsi, wakil presiden eksekutif Quincy Institute, menyatakan bahwa langkah tersebut menimbulkan ketegangan diplomatik bagi Washington, terutama menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington. Parsi menekankan bahwa Beijing telah berperan dalam mencegah krisis energi yang lebih parah dengan menghentikan pembelian minyak Iran saat harga melonjak, sehingga menjaga harga minyak mentah di bawah USD100 per barel. Langkah ini tidak hanya melindungi kepentingan ekonomi China, tetapi juga tidak menguntungkan AS jika terjadi resesi global akibat kelangkaan energi.
Di sisi lain, Beijing kemungkinan akan menentang keras sanksi AS jika benar-benar dilaksanakan terhadap perusahaan atau kepentingan ekonomi Tiongkok. Parsi memperkirakan adanya banyak perlawanan dari pihak China sebagai respons atas tindakan asimilatif AS. Selain itu, undang-undang baru yang disahkan Beijing yang menjatuhkan sanksi bagi perusahaan lokal yang mematuhi sanksi asing menambah kompleksitas hukum, sehingga semakin sulit bagi AS untuk menegakkan kebijakan semacam itu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 07.15
Putin Sebut Perdagangan Rusia-India Kembali Tumbuh, Kerja Sama Terus Diperluas
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 05.04
AS Tunda Operasi Economic D-Day, Ancam Negara yang Berhubungan dengan Iran
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.20
Peluru Iran Mulai Diarahkan ke Para Sekutu AS, Siapa Bakal Kena?
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Mentah Melemah Senin Pagi, Investor Aksi Ambil Untung Jelang Sanksi AS ke Iran
Berita terkait
India Kirim Menlu Jaishankar ke Rusia di Tengah Ancaman Tarif Trump
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 16.00
Iran Ancam Anggap Musuh Negara-negara yang Gabung Sanksi AS!
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 12.07
AS Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Runtuhkan Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 17.26
Ukir Sejarah, Menlu Kanada Hadiri Perayaan Hari ASEAN di KBRI Ottawa
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.48