Iran Ancam Anggap Musuh Negara-negara yang Gabung Sanksi AS!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran memperingatkan negara-negara lain agar tidak mengikuti sanksi ekonomi AS, dengan ancaman akan memperlakukan mereka sebagai musuh. Kepala Dewan Keamangan Nasional Iran, Mohsen Rezai, menyatakan melalui televisi pemerintah bahwa keterlibatan dalam sanksi akan menimbulkan konsekuensi bagi kepentingan negara tersebut. Iran juga mengancam akan menyerang perusahaan minyak AS di sekitar wilayahnya jika sanksi dilanjutkan.
Presiden AS Donald Trump telah mendorong sekutu-sekutunya untuk bergabung dalam kampanye isolasi ekonomi terhadap Iran, yang telah berlangsung hampir enam bulan. Meskipun Iran belum menyerang kepentingan ekonomi AS, ancaman militer tetap mengancam. Rezai menegaskan bahwa jika AS melanjutkan sanksi, konfrontasi Iran akan "bagaikan gempa bumi".
Beberapa negara telah merespons berbeda. China, mitra strategis Iran, mengkritik sanksi AS dan berargumen bahwa langkah tersebut tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Sementara itu, Uni Emirat Arab, salah satu mitra dagang utama Iran, mengumumkan penangguhan seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Teheran hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Ancam Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS: Akan Kami Anggap Musuh
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 03.30
Iran Kecam Sanksi Ekonomi dari AS, Sebut Rusak Tatanan Global
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 17.05
Berubah Drastis, Iran Ubah Doktrin Militer dari Defensif Menjadi Ofensif
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.11
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS sebagai Pelanggaran Kedaulatan Internasional
Berita terkait
Trump Ultimatum Iran: Damai atau 'Penyerahan Total'
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.16
Saudi dan AS Serang Irak, Iran dan Proksinya: Perang Akan Meluas
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 22.43
Donald Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur dan Inflasi Tembus 350 Persen
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.08
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27