Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peluru Iran Mulai Diarahkan ke Para Sekutu AS, Siapa Bakal Kena?

Iran memperingatkan negara-negara yang mendukung sanksi AS akan menjadi sasaran pembalasan. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei menyatakan negara yang ikut menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Iran dianggap musuh. Iran juga memperingatkan tetangganya untuk tidak membantu kampanye ekonomi AS, dengan ancaman akan menyekatkan aliran minyak dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Rezaei menegaskan strategi bertahap Iran, mulai dari negosiasi hingga ancaman serangan jika peringatan tidak diindahkan. Peringatan ini muncul saat AS bersiap menjatuhkan sanksi baru dan jalur pelayaran di Selat Hormuz semakin terganggu. Iran menegaskan akan meningkatkan respons jika ancaman tidak diindahkan, dengan fokus pada kepentingan negara yang mendukung sanksi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran menghadapi 'perang skala penuh' di bidang ekonomi, militer, dan keamanan dengan AS. Ia menolak klaim AS bahwa tekanan akan membuat Iran seperti Venezuela. Ancaman ini datang setelah Donald Trump menjanjikan 'operasi ekonomi paling menghancurkan' dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendesak China untuk ikut menekan Iran. China merupakan pembeli lebih dari 80% pengiriman minyak Iran.

Negara-negara Teluk berada dalam posisi sulit karena harus memilih antara dukungan AS dan stabilitas regional. Meskipun hubungan diplomatik normalisasi antara Arab Saudi dan Iran pada 2023 serta UAE pada 2022, ketegangan tetap tinggi. Iran mengembangkan doktrin baru yang mencakup tindakan preventif dan pembalasan tidak proporsional untuk meningkatkan biaya dan risiko bagi pihak yang menyerang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait