Peluru Iran Mulai Diarahkan ke Para Sekutu AS, Siapa Bakal Kena?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran memperingatkan negara-negara yang mendukung sanksi AS akan menjadi sasaran pembalasan. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei menyatakan negara yang ikut menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Iran dianggap musuh. Iran juga memperingatkan tetangganya untuk tidak membantu kampanye ekonomi AS, dengan ancaman akan menyekatkan aliran minyak dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Rezaei menegaskan strategi bertahap Iran, mulai dari negosiasi hingga ancaman serangan jika peringatan tidak diindahkan. Peringatan ini muncul saat AS bersiap menjatuhkan sanksi baru dan jalur pelayaran di Selat Hormuz semakin terganggu. Iran menegaskan akan meningkatkan respons jika ancaman tidak diindahkan, dengan fokus pada kepentingan negara yang mendukung sanksi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran menghadapi 'perang skala penuh' di bidang ekonomi, militer, dan keamanan dengan AS. Ia menolak klaim AS bahwa tekanan akan membuat Iran seperti Venezuela. Ancaman ini datang setelah Donald Trump menjanjikan 'operasi ekonomi paling menghancurkan' dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendesak China untuk ikut menekan Iran. China merupakan pembeli lebih dari 80% pengiriman minyak Iran.
Negara-negara Teluk berada dalam posisi sulit karena harus memilih antara dukungan AS dan stabilitas regional. Meskipun hubungan diplomatik normalisasi antara Arab Saudi dan Iran pada 2023 serta UAE pada 2022, ketegangan tetap tinggi. Iran mengembangkan doktrin baru yang mencakup tindakan preventif dan pembalasan tidak proporsional untuk meningkatkan biaya dan risiko bagi pihak yang menyerang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 13.10
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Jika AS Melanjutkan Perang Ekonomi
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.08
Harga Minyak Turun ke US$93 Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Mentah Melemah Senin Pagi, Investor Aksi Ambil Untung Jelang Sanksi AS ke Iran
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.07
Iran Ancam Konsekuensi Bagi Negara yang Gabung Operasi Ekonomi AS
Berita terkait
Pasar Tunggu Sanksi AS ke Iran, Harga Minyak Turun ke US$92,34
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.25
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
AS Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Runtuhkan Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 17.26
AS siapkan sanksi ekonomi terberat dalam sejarah untuk Iran
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 07.54