Naikkan Suku Bunga Usai 3 Tahun, The Fed Beri Sinyal Hawkish hingga Akhir Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen pada 16 September. Ini merupakan kenaikan pertama sejak Juli 2023. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyatakan langkah ini diambil untuk menyesuaikan kondisi keuangan dan kredit guna menekan inflasi yang masih tinggi di berbagai kategori barang dan jasa.
Proyeksi terbaru menunjukkan tren hawkish dengan median suku bunga akhir 2026 naik menjadi 4,1 persen. Sebanyak 16 pejabat memperkirakan adanya kenaikan tambahan tahun ini. Kebijakan ini memicu reaksi Donald Trump yang menginginkan suku bunga di level 1 persen atau lebih rendah, meski ia menyatakan tetap percaya pada Warsh. Dampaknya, imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun naik ke 4,73 persen dan tenor 10 tahun menembus 5 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 08.45
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 07.24
The Fed Nekat Naikkan Suku Bunga AS, Donald Trump Murka
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 06.11
Di Bawah Kevin Warsh The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Pertama Kali Sejak 2023
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 05.38
The Fed AS Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75-4%, Pertama Sejak 2023
Berita terkait
Bos The Fed Bikin Pasar Kaget, Suku Bunga AS Berpotensi Naik
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 22.00
Bos The Fed Sebut Masih Punya Pekerjaan Rumah Atasi Inflasi
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.11
Perang Trump Hantam Amerika, Ekonomi AS Cuma Tumbuh 1,5%
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.25
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,6%, Tiga Anggota Terpecah Dorong Kenaikan
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.01