Tips Belanja Hemat Tanpa Mengorbankan Nutrisi Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam diskusi Forum Ngobras dan Frisian Flag Indonesia, para ahli menyampaikan bahwa tekanan ekonomi membuat keluarga sering mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk kebutuhan pokok, sementara nutrisi menjadi yang terpengaruh. Data Susenas 2024-2025 menunjukkan peningkatan belanja bukan makanan 5,98 persen, sementara belanja makanan hanya naik 3,16 persen. Orang tua cenderung fokus pada sumber karbohidrat seperti beras, sementara lauk berprotein menyusut. Strategi hemat dapat dilakukan dengan memilih protein hewani murah seperti ikan, ayam, telur, dan susu, serta memanfaatkan pangan lokal seperti kimpul dan beras beraneka warna. Ahli nutrisi menekankan pentingnya mempertahankan kualitas gizi, terutama bagi anak-anak, dengan mengkombinasikan sumber karbohidrat, sayuran, buah, dan protein secara optimal.
Bagikan
Berita terkait
Sita Minyak Iran, AS Bangkitkan Lagi Pengadilan Kuno Era Perang Saudara
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 08.05
Iran Terjepit, Nilai Strategis Selat Hormuz Mulai Tergerus
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.05
Presiden Iran: Kami Terus Berdiri Teguh Menghadapi Tekanan Ekonomi
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.45
Rudal AS Menipis Usai Perang Iran, Pentagon Disebut Butuh 3 Tahun Pulihkan Stok
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 12.41