Iran Terjepit, Nilai Strategis Selat Hormuz Mulai Tergerus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran sedang menghadapi krisis strategis yang semakin memburuk akibat perang yang berkepanjangan dan tekanan ekonomi yang meningkat. Salah satu faktor utama adalah menurunnya nilai strategis Selat Hormuz, yang selama ini menjadi karti utama Iran. Menurut data Kpler, aktivitas kapal tanker minyak dan gas di Selat Hormuz turun drastis, hanya 112 kapal tercatat melintasi selat tersebut pada 1-19 Agustus 2026. Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, UEA, dan Irak, mulai membangun jalur energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.
Akibat tekanan ekonomi yang semakin berat, sejumlah pejabat Iran mulai menyerukan agar konflik segera diakhiri. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa kekuatan militer saja tidak akan cukup untuk menjaga negara jika perekonomian terus memburuk. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menekankan bahwa Iran harus mengakhiri konflik ketika masih memiliki posisi tawar yang kuat, daripada menunggu kondisi yang semakin melemah.
Pakar geo-ekonomi Iran, Hamid Asefi, menilai bahwa penggunaan berulang Selat Hormuz sebagai alat tekanan dapat mengurangi efektivitasnya. Menurutnya, Iran seharusnya berusaha menjadikan Selat Hormuz sebagai jalur yang aman dan stabil agar negara lain tetap membutuhkan Iran untuk menjaga ketertiban di kawasan. Hamid Paktinat, pendiri Forum Aktivis Ekonomi Hamid Paktinat, memperkirakan bahwa nilai strategis Selat Hormuz dapat berkurang hingga separuhnya dalam tiga tahun dan hampir kehilangan artinya dalam enam tahun jika tren ini berlanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.45
Presiden Iran: Kami Terus Berdiri Teguh Menghadapi Tekanan Ekonomi
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 17.17
Angin Segar Pasar Energi! Harga Minyak Anjlok USD2 per Barel Imbas Sinyal Pembukaan Selat Hormuz
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 15.00
Iran Tepis Klaim Ranjau di Selat Hormuz Telah Dibersihkan
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.13
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen
Berita terkait
Trump Ancam Sanksi Ekonomi Berat bagi Negara yang Bantu Iran
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.16
Teheran tuding AS "cekik" Iran untuk paksakan konsesi perang
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 11.51
Ghalibaf: Selat Hormuz akan Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Ketentuan MoU
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 17.15
Trump Siapkan 'Mesin Pembunuh Baru' Iran, Selat Hormuz Makin Ngeri
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.55