Tokoh NU Adnan Anwar Ingatkan NU Tak Jadi Alat Kekuasaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Adnan Anwar, menyampaikan pesan agar organisasi NU tidak menjadi alat atau subordinat kekuasaan. Dalam acara Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertajuk 'Mencari Sosok Ideal Rais Aam PBNU' di Jakarta, ia menegaskan bahwa NU bukan sekadar objek, tetapi subjek dan pemegang saham negara. Menurutnya, pemerintah yang dilahirkan dari NU seharusnya tidak mengatur NU, melainkan tetap menjaga keseimbangan antara keduanya. Adnan juga menekankan peran NU sebagai 'shadow of the state'—kekuatan bayangan negara yang dapat melindungi keutuhan negara dalam krisis. Namun, ia memperingatkan agar posisi ini tidak dirusak oleh intervensi pihak luar yang tidak memahami NU, karena hal itu berisiko menghancurkan NU dan berdampak fatal pada Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 09.48
Materi Muktamar ke-35 NU Tuntas, Prof Niam: Semoga Lahir Gagasan Besar dan Keputusan Strategis
Berita terkait
Jelang Muktamar NU, Yahya Cholil Staquf Sentil Klaim 'Perintah' yang Bikin Peserta Takut
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.17
Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur Serukan GERBANG TOLL PBNU untuk Evaluasi LPJ
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 13.05
Jelang Muktamar NU, Ma’ruf Amin Minta Jangan Ada Transaksi dalam Pemilihan AHWA
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.53
Muktamar NU di Depan Mata, Presiden Prabowo Diingatkan Jangan Ikut Campur
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 09.15