Traction Energy Asia Ungkap Catatan Kritis di Balik Implementasi B50
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tommy Ardian Pratama, Direktur Eksekutif Traction Energy Asia, menyoroti perlunya reformasi tata kelola dalam implementasi biodiesel B50. Hal ini dibahas dalam diskusi strategis yang diselenggarakan Katadata Green bersama Traction Energy Asia pada 30 Juli lalu. Meskipun mandatori B50 dianggap dapat memperkuat ketahanan energi nasional, terdapat biaya dan tagihan tersembunyi yang perlu diperhatikan. Keberhasilan kebijakan ini bergantung pada kemampuan menyeimbangkan kepentingan energi, ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Temuan diskusi sejalan dengan kajian terpisah oleh LPEM FEB Universitas Indonesia mengenai berbagai konsekuensi ekonomi implementasi B50. Tommy menekankan bahwa regulasi biodiesel saat ini masih mengandalkan Keputusan Menteri ESDM, sehingga diperlukan penguatan regulasi untuk memberikan kepastian jangka panjang. Saran yang meliputi pelibatan pekebun sawit mandiri dalam rantai pasok, diversifikasi bahan baku melalui minyak jelantah, dan penguatan kelembagaan juga diangkat.
Secara keseluruhan, diskusi ini bertujuan mencari titik temu agar biodiesel dapat berjalan berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek-aspek kritis yang ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 15.15
Implementasi B50 Perlu Didukung Reformasi Tata Kelola Biodiesel
Berita terkait
Kampus Vokasi di Bekasi Kenalkan Peran Strategis Industri Sawit
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 13.46
BPDP Ungkap Penerimaan dari Ekspor Sawit Tembus Rp22,7 T
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.30
BPR Kota Bandung Rugi Rp70 Miliar, DPRD Soroti Kredit Macet hingga Tata Kelola
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.34
Desil 1 sampai 10 Artinya Apa? Kenali Kategori Kesejahteraan Keluarga
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.20