Tragedi PT SPS Lamongan Tewaskan 5 Orang, Bupati Yuhronur Ingatkan Pentingnya Penerapan K3
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kecelakaan kerja di PT Superior Prima Sukses (SPS), Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Lamongan, pada Kamis (17/9) sekitar pukul 00.30 WIB, menyebabkan tewhinya lima pekerja. Mereka adalah M. Sahrul Fahmi (25), Imam Sugiono (34), Robith Fatahillah (20), Fiqih (31), dan Akhmad Arif Wijaya (31). Dua pekerja lainnya, Sigit Kamseno dan Andika Dwi Ramadhan, mengalami luka bakar dan masih dirawat di rumah sakit di Surabaya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meminta seluruh pabrik di wilayahnya melakukan pengecekan peralatan kerja secara berkala untuk memastikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi dan memonitor seluruh pabrik agar alat kerja tidak membahayakan pekerja.
Yuhronur juga mendatangi keluarga korban pada Selasa (22/9) untuk menyampaikan belasungkawa. Bersama jajaran Pemkab Lamongan, ia menyampaikan duka kepada keluarga korban di beberapa lokasi, termasuk Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, dan Dusun Celengan, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio.
Bagikan
Berita terkait
Empat Pekerja PT SPS Tewas, DPRD Lamongan Minta Pengawasan K3 Tak Hanya Setelah Kecelakaan
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 14.09
PT SPS Pastikan Hak Korban Ledakan Pabrik Lamongan Dipenuhi, Evaluasi K3 Dilakukan
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 12.07
Risiko Industri Kian Kompleks, Fokus Keselamatan Kerja Makin Penting
JawaPos · 9 September 2026 pukul 18.45
5,4 Juta Pekerja Informal Jabar Dapat BPJS Ketenagakerjaan Tahun Depan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 13.32