Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Transparansi Data Menuntut Konsistensi Keuangan Wajib Pajak

Konsistensi data keuangan dan perpajakan dari berbagai sumber informasi dinilai penting bagi wajib pajak di era transparansi data. Menurut Founder dan CEO Hive Five Sabar L. Tobing, rekening bank, invoice, pembayaran, transaksi e-commerce, payroll, hingga laporan keuangan kini semakin terintegrasi. Hal ini menuntut wajib pajak untuk memastikan kesesuaian antar data, bukan sekadar keberadaan data tersebut.

Dalam sistem perpajakan Indonesia yang menggunakan self-assessment system, wajib pajak bertanggung jawab menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya sendiri. Karena semua transaksi keuangan, aset, investasi, dan aktivitas bisnis dapat dianalisis melalui berbagai sumber data, kesiapan administrasi menjadi kunci penting dalam pengelolaan keuangan dan perpajakan.

Pencatatan keuangan menjadi aspek kritis yang perlu ditekankan. Wajib pajak diharuskan mencatat informasi terkait harta, kewajiban, modal, peredaran, penerimaan, hingga penghasilan untuk memastikan pelaporan yang akurat dan konsisten.

Berita terkait