Trump Ancam Sanksi Ekonomi Berat bagi Negara yang Bantu Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman sanksi ekonomi berat melalui akun media sosialnya di Truth Social pada 19 Agustus 2026. Trump menyatakan bahwa negara mana pun yang memberikan dukungan atau menjalin hubungan bisnis dengan Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat serius. Ia menyebut langkah ini sebagai operasi ekonomi terbesar yang pernah dilakukan AS terhadap satu negara, dengan tujuan memberlakukan isolasi ekonomi penuh terhadap Teheran. Kebijakan ini muncul di tengah konflik regional yang sudah memasuki bulan keenam tanpa solusi diplomatik yang jelas, serta menjelang pemilihan presiden AS pada November 2026.
Tekanan ekonomi ini semakin tinggi akibat situasi di Selat Hormuz, yang menjadi jalur kritis untuk perdagangan energi global. Meskipun intensitas serangan rudal dilaporkan menurun, Iran tetap mempertahankan kontrol atas area tersebut. Upaya diplomasi untuk membuka kembali jalur tersebut kini tampaknya gagal, sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent tentang isolasi ekonomi skala besar terhadap Iran.
Di sisi lain, Iran juga menyiapkan langkah militer jika eskalasi berlanjut, termasuk kemungkinan serangan terhadap kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz. Kepala Parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf sedang berkunjung ke Irak untuk membahas kerja sama regional, sementara militer Iran mengumumkan imbalan bagi siapa pun yang berhasil melumpuhkan pasukan AS. Sorotan internasional juga tertuju pada klaim mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene tentang diskusi penggunaan senjata nuklir terhadap Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.49
Trump Ancam Isolasi Ekonomi, Iran Sebut Kebijakan Gagal!
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.32
Trump Buat Gebrakan Baru, Siapkan "Perang Ekonomi" Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 11.15
AS Mau Hancurkan Ekonomi Iran, Teheran Siapkan Balasan Mematikan
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Dunia Tak Turun Meski Sinyal Perang Iran Mulai Surut
Berita terkait
AS Kembali Serang Iran, Trump Klaim Hampir Sepenuhnya Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 09.03
Trump Klaim Selat Hormuz Bebas Ranjau, Iran Ancam Tutup Lagi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 07.44
Trump Sebut Iran Belum Siap Membuat Kesepakatan yang Tepat
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.24
AS Siapkan Sanksi Baru Iran Isolasi Ekonomi Skala Besar
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.31