Trump Buat Gebrakan Baru, Siapkan "Perang Ekonomi" Terbesar di Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Trump mengancam Iran dengan "perang ekonomi paling menghancurkan" melalui Operation Economic Fury. Ia menyatakan Iran telah gagal memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kesepakatan dengan Washington. Trump menuding kemampuan militer Iran rusak, mata uang tidak bernilai, dan rezim bergantung pada seutas benang. Ia memperingatkan negara yang membantu Tehran akan menghadapi sanksi ekonomi besar, termasuk penutupan saluran penyelundupan minyak, jalur pertukaran mata uang, hingga perusahaan front. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuduh Washington meningkatkan tekanan sanksi sebagai hambatan negosiasi. Efektivitas tekanan AS dipengaruhi oleh dukungan China, yang memiliki hubungan ekonomi mendalam dengan Iran. Data Lloyd's List Intelligence menunjukkan trafik kapal di Selat Hormuz menurun menjadi 73 transit per minggu, jauh dari normal sebelum konflik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.49
Trump Ancam Isolasi Ekonomi, Iran Sebut Kebijakan Gagal!
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.31
Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar terhadap Iran, Negara Mitra Dagang Diancam Sanksi
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.16
Trump Ancam Sanksi Ekonomi Berat bagi Negara yang Bantu Iran
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 11.15
Trump Luncurkan Perang Ekonomi Paling Menghancurkan, Ancam Negara Mana Pun yang Bantu Iran
Berita terkait
AS Kembali Serang Iran, Trump Klaim Hampir Sepenuhnya Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 09.03
Trump Klaim Selat Hormuz Bebas Ranjau, Iran Ancam Tutup Lagi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 07.44
Trump Sebut Iran Belum Siap Membuat Kesepakatan yang Tepat
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.24
AS Siapkan Sanksi Baru Iran Isolasi Ekonomi Skala Besar
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.31