Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Negara Arab Nekat Jalankan Kapal Hantu Tanpa Sinyal, Harga Minyak Batal Tembus USD150/Barel

Negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia—Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Qatar, dan Kuwait—terpaksa menggunakan armada "kapal hantu" (dark fleet) yang mematikan transponder pelacak untuk mengangkut minyak mentah melewati Selat Hormuz. Langkah nekat ini diambil setelah konflik militer AS-Iran melumpuhkan jalur strategis tersebut, mengancam pasokan global. Kargo minyak dipindahkan secara ship-to-ship transfer di perairan Teluk Oman sebelum didistribusikan ke pasar internasional.

Kombinasi perdagangan gelap, pemanfaatan pipa alternatif, pelepasan cadangan minyak darurat, serta melemahnya permintaan global berhasil menahan harga minyak mentah di kisaran USD80–90 per barel—jauh di bawah proyeksi pasar USD150 per barel. Laporan Bloomberg mengungkap praktik rahasia bernilai miliaran dolar ini berlangsung di bawah radar internasional.

Risiko nyata menghantui operasi ini. BUMN minyak UEA, ADNOC, mengonfirmasi 23 kapal armadanya diserang sejak konflik meletus, menewaskan satu awak kapal dan melukai 20 orang. Pekan lalu, dua kapal ADNOC kembali ditembak di Selat Hormuz, memicu kecaman keras UEA terhadap Iran.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait