Trump Klaim AS Dapat Kendali Mayoritas atas 65 Miliar Barel Minyak Venezuela
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela yang diduga memberi AS kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak. Trump menyebut kesepakatan ini sebagai 'kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah' dan menegaskan bahwa tidak akan membebani pembayar pajak AS. Kesepakatan ini diumumkan di tengah ketegangan perdagangan global akibat konflik dengan Iran dan kenaikan harga energi yang dialami konsumen AS.
Trump berjanji bahwa kesepakatan ini akan lebih membekukan cadangan minyak AS, yang menurut data Departemen Energi AS berada di level terendah sejak era 1980-an. Ia juga berharap harga bensin AS yang naik 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya dapat turun setelah kesepakatan ini dilaksanakan. Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 4 persen dalam seminggu, meski masih naik lebih dari 24 persen sejak perang dimulai.
Kesepakatan ini terjadi setelah serangan militer AS terhadap Venezuela pada Januari, yang melihat penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Trump menyatakan bahwa pejabat AS berkoordinasi dengan pemerintahan Venezuela dan melibatkan perusahaan swasta dalam transaksi ini. Konflik dengan Iran juga menghambat lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia.
Bagikan
Berita terkait
Jenderal Tertinggi AS Diam-diam Cari Jalan Keluar dari Perang Iran, Opsi Militer Amerika Makin Terbatas
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 05.56
Trump Marah, Janji Penjarakan Pembocor Informasi yang Sebut AS Kehabisan Rudal
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 09.24
Amerika Serikat Raup Rp 235 Triliun Setelah Jual Minyak Venezuela
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 13.36
AS Dekati Kesepakatan Minyak Venezuela, 17 Ladang Masuk Negosiasi
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 16.00