Amerika Serikat Raup Rp 235 Triliun Setelah Jual Minyak Venezuela
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 27 Juli 2026 bahwa AS telah menerima US$13 miliar (Rp235,1 triliun) dari penjualan minyak mentah Venezuela setelah menggulingkan mantan Presiden Nicolás Maduro pada Januari 2026. Ekspor minyak Venezuela kini sepenuhnya dikontrol AS. Menteri Energi AS Chris Wright menyebut 150 juta barel telah terjual sejak Januari. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan penjualan diaudit oleh KPMG dan dana disimpan di Citibank. Dana tersebut digunakan untuk mengelola Venezuela, termasuk membayar gaji pegawai dan membeli perlengkapan industri minyak. Sebanyak US$500 juta sempat disetor ke rekening Qatar, lalu dipindah ke rekening kas negara AS. Hingga April, US$3 miliar telah dicairkan berdasarkan perintah eksekutif Trump pada 9 Januari 2026. AS bekerja sama dengan Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 20.01
Iran dan Venezuela Panas Buntut Komentari Ancaman AS
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 18.41
Tak Berdaya Lawan Manuver Trump, Iran Malah Ancam Negara Pro-Amerika
Berita terkait
Iran Tuding Kehadiran Militer AS Penyebab Pencemaran Minyak di Teluk
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.34
Respons Iran Usai Trump Nyatakan Selat Hormuz Segera Jadi Wilayah AS
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.30
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48