Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Klaim Bakal Kuasai Selat Hormuz, Iran Reaksi Keras: "Akan Tetap Milik Iran!"

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan niatnya untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengklaim kemajuan militer melawan Iran. Dalam pidatonya di New York, Trump mengklaim akan mengambil alih jalur strategis tersebut dan menutupnya sesuai kepentibuan AS. Klaim ini ditanggapi tegas oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kedaulatan Iran dan hanya dapat dibuka atau ditutup atas keputusan Iran. Gharibabadi menuliskan pernyataan ini di platform X, menekankan komitmen Iran terhadap kontrol penuh atas jalur laut strategis tersebut.

Konflik ini berkembang setelah serangan militer AS dan Israel yang dilancarkan pada 28 Februari untuk menghentikan program nuklir Iran. Iran menanggapi dengan mengamankan kontrol de facto atas sebagian besar Selat Hormuz, sementara AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kedua belah pihak terjebak dalam posisi saling blokir, dengan Iran menutup akses pelayaran sipil dan AS berupaya menghambat ekonomi Iran melalui sanksi dan blokade maritim.

Situasi ini memicu pasokan energi global terhambat dan ketegangan militer yang memicu krisis senjata AS, termasuk kehilangan 45 drone MQ-9 Reaper senilai Rp20,4 triliun. Sementara itu, Jepang dan Turki mendesak stabilitas di Selat Hormuz, dengan PM Jepang Sanae Takaichi meminta garansi keamanan pelayaran dan intelijen AS mengungkapkan dugaan rencana serangan terhadap Air Force One.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait