Trump Setujui Regu Tembak untuk Eksekusi Pembunuh 13 Orang di Pangkalan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menyetujui eksekusi mati dengan regu tembak untuk Nidal Hasan, terpidana pembunuhan 13 orang di Pangkalan Fort Hood, Texas, pada 2009. Ini menjadi eksekusi militer AS pertama sejak 1961. Hasan, psikiater Angkatan Darat, menembak 13 personel militer serta menyebabkan 30 korban luka, semua tentara. Serangannya dipengaruhi Al-Qaeda dan terkait komunikasi dengan ulama radikal Anwar al-Awlaki. Hasan dipenjara di 2013 setelah menolak pertahanan, tidak menghadirkan saksi, serta mengaku membantah dakwaan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan keadilan bagi korban diperlukan tanpa penundaan. Eksekusi akan ditetapkan waktunya oleh Angkatan Darat sesudah persidangan selesai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 09.31
Trump Izinkan Eksekusi Nidal Hasan, Tentara AS yang Tembak Mati 13 Orang di Pangkalan Amerika
Berita terkait
Operasi Anyar Trump di Iran Lewat 'Tanker for Tanker'
Detik.com · 3 September 2026 pukul 06.00
Trump Disebut Pertimbangkan Serang Bom Nuklir ke Iran
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 22.00
6 Bulan Perang Iran, Trump dan Dunia Hadapi 6 Konsekuensi Pedih
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 10.30
Akhirnya, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Hengkang dari Timur Tengah
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 10.50