Manfaatkan Inflasi Tinggi dan Krisis Fiskal, AS Gunakan Taktik 'Catur' Serang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AS memilih pendekatan yang lebih tenang dalam menghadapi Iran di tengah belum tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan pemerintahannya mengandalkan tekanan ekonomi melalui pengamatan terhadap kondisi inflasi tinggi dan keterbatasan keuangan Iran, ketimbang langsung melakukan serangan militer. Trump menegaskan bahwa AS hanya melakukan negosiasi terbatas dan lebih memilih membiarkan tekanan ekonomi Iran meningkat. Iran sebelumnya menuntut pencabutan sanksi minyak dan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sesuai kesepakatan Juni. Trump tidak menunjukkan kekecewaan atas penundaan Iran dalam menyepakati pembukaan Selat Hormuz. Blokade Selat Hormuz oleh Iran sejak perang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan mengguncang perekonomian global. Gangguan jalur pelayaran strategis ini juga meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Trump menjelang pemilihan parlemen AS pada November.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.55
Trump Siapkan 'Mesin Pembunuh Baru' Iran, Selat Hormuz Makin Ngeri
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.08
Selat Hormuz Terus Ditutup Jika AS Tak Penuhi Syarat-syarat Iran
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.36
Rupiah Dibuka Melemah 17.869, Sentimen Geopolitik hingga MSCI Mempengaruhi
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.15
Rupiah Hari Ini Anjlok ke 17.861 Tersengat Konflik AS-Iran
Berita terkait
Trump Disebut 'Bercanda' Soal Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Benarkah?
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.58
Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.53
Iran Respons Keras Trump yang Akan Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 11.14
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19