Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Turki Kecam Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah, Klaim Netanyahu Dianggap Mengada-ada

Israel menyerang pangkalan udara di dekat Aleppo, Suriah, pada 18 Agustus 2026. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan serangan dilakukan karena adanya rencana pengerahan pasukan Turki ke fasilitas tersebut. Pemerintah Turki menolak klaim tersebut dan menyebutnya tidak berdasar, menyatakan bahwa tujuan klaim adalah untuk melegitimasi serangan udara ilegal Israel yang menyasar kedaulatan Suriah. Turki juga menyatakan klaim Netanyahu ini merupakan upaya untuk mendukung kebijakan ekspansionis menjelang pemilihan umum Israel pada Oktober 2026.

Serangan tersebut mendapat kritik dari pemerintahan Amerika Serikat. Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyebut serangan ini sebagai "eskalasi yang tidak perlu." Pemerintah Turki menekankan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah Suriah berdasarkan dasar yang sah guna mencapai perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di wilayah tersebut.

Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa Israel telah memperingatkan Suriah terkait ancaman yang akan ditimbulkan oleh pengerahan pasukan semacam itu bagi keamanan Israel. Namun, pemerintah Turki tetap menolak klaim ini dan mempertanyakan motivasi di balik pernyataan Netanyahu.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait