Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani Pakta Pertahanan Bersama Mekkah dalam KTT trilateral di Istana Al-Safa, Mekkah, Sabtu (8/8/2026). Penandatangan dilakukan Presiden Erdogan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan PM Shehbaz Sharif. Pakta ini bertujuan memperkuat keamanan kolektif, kerja sama industri pertahanan, dan interoperabilitas militer. Isi utamanya: serangan bersenjata terhadap satu negara dianggap serangan terhadap ketiganya. Para pejabat menegaskan pakta bersifat defensif, tidak menargetkan negara mana pun, melengkapi aliansi yang sudah ada, dan terbuka bagi negara kawasan lain. Pakta ini disebut sebagai 'pilar perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan'. Keanggotaan Turki di NATO disebut saling melengkapi, bukan alternatif. Pakta dirancang berdasarkan prinsip kepemilikan kawasan dan merujuk Pasal 51 Piagam PBB. Raja Salman menerima kunjungan Erdogan dan Sharif untuk menghadiri pertemuan puncak tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 09.16
Apakah Pakistan, Turki, dan Arab Saudi Baru Saja Luncurkan NATO Islam?
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 07.58
Pakta Pertahanan Turki-Pakistan-Arab Saudi Setara dengan Pasal 5 NATO
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 22.26
Pejabat Iran Peringatkan Pakta dengan Pakistan dan Turki Tak akan Jamin Keamanan Arab Saudi
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 21.27
Pakta Pertahanan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Resmi Ditandatangani
Berita terkait
Soal Pakta Pertahanan Saudi Cs di Kala Tegangnya Timteng
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 21.05
Turki, Arab Saudi dan Pakistan Bikin 'NATO Islam', Ada Apa?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 06.38
Aliansi Makkah ala NATO Diperluas, Turki Yakin Mesir Ikut Gabung
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 11.40
Turki Harap Mesir Gabung ke Pakta Pertahanan Bareng Saudi-Pakistan
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 15.51