Pakta Pertahanan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Resmi Ditandatangani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para pemimpin Turki, Arab Saudi, dan Pakistan secara resmi menandatangani pakta pertahanan bersama setelah pertemuan puncak di Mekkah. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif. Pakta tersebut bertujuan mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan di luar negeri, didasarkan pada hubungan sejarah yang telah lama terjalin antara ketiga negara. Pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan bahwa perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat keamanan kolektif dan menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu negara dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Pakta ini juga bertujuan memperkuat daya tangkal kolektif terhadap segala bentuk agresi serta memastikan keselarasan dalam pertukaran intelijen dan pengumpulan informasi. Dengan demikian, ketiga negara yang memiliki populasi Muslim terbesar ini menyatukan kekuatan dalam peta jalan menuju perdamaian bersama dan upaya menangkal agresi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 21.05
Soal Pakta Pertahanan Saudi Cs di Kala Tegangnya Timteng
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 15.51
Turki Harap Mesir Gabung ke Pakta Pertahanan Bareng Saudi-Pakistan
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 08.26
Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 07.00
Ada "Aliansi" Pertahanan Baru, Kekuatan Nuklir Asia Gabung Saudi-Turki
Berita terkait
Diteken Turki-Pakistan-Saudi, Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah?
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.46
Turki, Arab Saudi dan Pakistan Bikin 'NATO Islam', Ada Apa?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 06.38
Pakar Militer Ini Sebut Aliansi Mekkah Hanya Tulisan di Atas Kertas
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 19.08
Aliansi Makkah ala NATO Diperluas, Turki Yakin Mesir Ikut Gabung
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 11.40