Tutup 290 BUMN, Prabowo Klaim Hemat Operasional Rp 50 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan kinerja 21 bulan kepemimpinannya dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2026, dengan fokus pada pembenahan sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia mengungkapkan tercatat ada sekitar 5.074 entitas BUMN, termasuk anak hingga cicit perusahaan. Prabowo mengkritik keras kinerja banyak BUMN yang dianggap bekerja seenaknya tanpa tanggung jawab kepada bangsa, serta menyatakan kepriahannannya atas banyak perusahaan negara yang terus melaporkan kerugian setiap tahunnya. Ia juga menyindir manajemen BUMN yang diduga sering memalsukan laporan keuangan agar terlihat mendapatkan keuntungan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah tengah mempertimbangkan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut pengurus direksi BUMN dari masa lalu. Sebagai langkah konkret, pemerintah secara resmi telah menutup 290 BUMN yang dianggap tidak produktif, dengan klaim hemat operasional sebesar Rp 50 triliun. Penutupan ini dilakukan untuk membersihkan struktur BUMN yang dianggap berbelit dan tidak memberikan manfaat nyata bagi negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.30
BUMN Sering Ngarang Keuntungan, Prabowo Bakal Usut Direksi 30 Tahun Terakhir
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.15
Prabowo Bakal Tutup 750 BUMN
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 20.51
Akademisi Dukung Rencana Presiden Prabowo Beri Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.30
Prabowo Usul Pengadilan Ad Hoc BUMN, Dasco: Terlalu Bersemangat
Berita terkait
Prabowo Minta Anak Cucu Perusahaan BUMN Dipangkas
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 23.43
KPK Respons Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN yang Diusulkan Prabowo
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.08
Mensesneg: Wacana Amnesti Petinggi BUMN untuk Benahi Tata Kelola •
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 14.57
ABP: 121 Kebijakan Transformatif, Prabowo Tunjukkan Negara Hadir
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 12.14