Prabowo Usul Pengadilan Ad Hoc BUMN, Dasco: Terlalu Bersemangat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk memeriksa serta mengusut tata kelola direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama tiga dekade terakhir. Usulan tersebut disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI sebagai respons atas banyaknya perusahaan pelat merah yang mengalami kerugian akibat manajemen yang buruk. Selain pengusutan hukum, Presiden juga membuka peluang pemberian amnesti khusus bagi mantan pengurus yang bersedia mengakui kesalahan dan memperbaikinya, serta menegaskan komitmen untuk mempertahankan BUMN yang memberi nilai tambah bagi negara.
Menanggapi wacana tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihak parlemen belum mengambil keputusan dan akan mempelajari usulan itu terlebih dahulu. Dasco menyebut dorongan tersebut muncul karena semangat Presiden dalam membenahi perusahaan negara agar tidak terus membebani anggaran. DPR menegaskan bahwa pembentukan institusi atau regulasi baru memerlukan kajian matang dari aspek hukum dan mekanisme bersama antara pemerintah dan DPR sebelum dapat direalisasikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.08
KPK Respons Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN yang Diusulkan Prabowo
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 23.35
DPR Kaji Usulan Presiden Prabowo Soal Pembentukan Pengadilan Ad Hoc BUMN
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.30
DPR Akan Kaji Usulan Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Khusus BUMN
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.03
Wacana Pembentukan Pengadilan Ad Hoc Terkait BUMN, Menkum Sampaikan Klarifikasi
Berita terkait
Andre Rosiade Apresiasi Pidato Prabowo: Bangkitkan Optimisme Bangsa
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.25
Prabowo Buka Opsi Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang, Ada Apa?
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 15.03
Prabowo Singgung Pengadilan Ad Hoc BUMN, Menkum: Itu hanya Contoh
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.56
'BUMN Ini Kadang Seenaknya' Prabowo Siap Usut Direksi Nakal 30 Tahun Terakhir
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.36