UMKM dalam Bayang-Bayang Pungli, Hambatan Nyata bagi Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Praktik pungutan liar (pungli) masih menjadi hambatan serius bagi perkembangan UMKM di Indonesia, seperti yang dialami oleh usaha kuliner food truck Bolosego di kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Pemiliknya, Dyah Laily Fardisa, sempat dimintai tarif parkir sebesar Rp 2,5 juta per hari, yang kemudian diturunkan menjadi Rp 1 juta setelah negosiasi. Pengamat sosial ekonomi dari Fisipol UGM, Hempri Suyatna, menilai kasus ini hanyalah puncak gunung es dari berbagai praktik ilegal serupa yang sering dihadapi para pelaku UMKM. Menurutnya, pungli tidak hanya terbatas pada retribusi parkir liar, tetapi juga berpotensi merambah ke aspek lain seperti birokrasi perizinan dan fasilitas usaha. Jika dibiarkan, pungli dapat menjadi budaya negatif yang mencekik ruang gerak UMKM untuk berkembang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 15.03
Terobosan baru BTN, Ambil KPR Kini Bisa Dicicil hingga 40 Tahun
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 14.04
Hilirisasi Pangan Lokal, Strategi Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 07.23
Pertamina Buka SMEXPO 2026, Libatkan Lebih dari 150 UMKM Binaan
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 19.21
Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun, Uang Tunai Makin Jarang Dipakai
Berita terkait
Pungli ke UMKM Seperti Bolosego Masih Marajalela, Salah Siapa?
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 07.36
Pungli ke UMKM Seperti Bolosego Masih Marajalela di RI, Salah Siapa?
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 07.36
Akar Masalah Pungli di Indonesia, Lemahnya Penegakan Hukum hingga Celah Birokrasi
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 17.00
Viral Pungli UMKM di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Polisi Bilang Begini
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 09.25