Update Gempa 7,7 Magnitudo di NTT: 20 Orang Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 SR terjadi pada pukul 04.58 WIB di perairan laut sekitar 30 km timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kedalaman 15 km. Gempa ini menyebabkan 20 orang tewas, menurut data terbaru Kantor SAR Maumere pukul 12.00 WIB. Namun, jumlah korban belum pasti karena sejumlah orang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan dan belum berhasil dievakuasi. Petugas kesulitan mencapai lokasi akibat jalan rusak dan sinyal lemah. Gempa dirasakan hingga Flores, Labuan Bako, dan Ruteng, serta menyebabkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas publik. Gempa juga memicu peringatan dini tsunami di beberapa wilayah seperti NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. BMKG mencatat tsunami dengan tinggi maksimal 0,94 meter di Maurole, Ende. Namun, peringatan tsunami kemudian dicabut, sementara warga disarankan tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang rusak. Pemerintah telah mengirimkan tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan relawan untuk proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 18.14
Update Data BNPB: Korban Tewas Gempa NTT Capai 38 Orang
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 20.47
Riwayat Gempa Bumi NTT Sejak 1898 Hingga 2026, Getaran Kuat di Kedalaman Dangkal
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 19.36
BMKG Catat 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 18.50
Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam Air Laut Usai Gempa NTT
Berita terkait
BNPB: Gempa Susulan Usai 7,7 M di NTT Capai 731 Kali, Terbesar 6,2 M
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.46
Luluh Lantak NTT Imbas Gempa 7,7 M: Ratusan Rumah Rusak, Puluhan Orang Tewas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 06.52
Tsunami 1,61 Meter Terjang Pesisir Reo Manggarai Usai Gempa NTT M7,7
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 18.20
Gempa M 7 Guncang NTT, BNPB Catat 38 Orang Meninggal Dunia
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 16.38