Usai OTT Rektor Unsoed, KPK Ingatkan Kampus Harus jadi Benteng Integritas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa korupsi di sektor pendidikan dapat menimbulkan dampak panjang pada kualitas generasi penerus bangsa. Dugaan korupsi ini disampaikan setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menangkap Rektor Unsoed, Achmad Sodiq, yang diduga terlibat jual beli kursi mahasiswa. Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, menyatakan korupsi di dunia pendidikan merampas hak masyarakat atas pendidikan yang berkualitas, adil, dan berintegritas. KPK menekankan pentingnya kampus sebagai benteng integritas yang tidak hanya menyebarkan ilmu pengetahuan tetapi juga nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab. Pemberantasan korupsi di perguruan tinggi memerlukan pendekatan ganda: penindakan hukum dan pencegahan melalui sistem tata kelola yang transparan serta pendidikan antikorupsi di bangku kuliah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 09.11
Kasus Dugaan Korupsi Petinggi Unsoed Mencoreng Dunia Kampus
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 02.02
Wakil Rektor Unsoed Buka Suara Setelah Diperiksa KPK soal Seleksi Jalur Mandiri
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 16.53
Terjaring OTT, Rektor Unsoed Tak Hadiri Acara KPK
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 23.52
KPK Beber Barbuk Uang Tunai Ratusan Juta Saat OTT Rektor Unsoed dkk
Berita terkait
Heboh KPK OTT Rektor Unsoed, Komisi X DPR Tegaskan Dunia Pendidikan Harus Bersih dari Korupsi
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 17.15
OTT Rektor Unsoed, DPR: Kampus Bukan Ruang Transaksi
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.40
Kondisi Terkini Unsoed Usai Rektor Kena OTT KPK
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.38
Rektor Unsoed Di-OTT KPK, Jamiluddin: Moralitas Akademisi Hancur, Gimana Mau Koreksi Pejabat yang Doyan Korupsi?
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 14.34